background img
banner
Nov 2, 2017
12 Views
0 0

Sejumlah Pegawai RSUP KEPRI Lakukan Tes Urine

Written by
banner

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tanjungpinang bekerjasama dengan RSUD Raja Ahmad Tabib, Provinsi Kepri melakukan tes urine kepada 86 pegawainya di empat unit pelayanan rumah sakit tersebut, Rabu (1/11).
Satu per satu pegawai secara bergantian masuk ke ruang yang telah disiapkan dan diberi botol untuk diisi dengan air seni yang nantinya akan diperiksa ada tidaknya kandungan zat psikotropika dalam tubuh pegawai rumah sakit tersebut.

Kabag Tata Usaha RSUD Provinsi Kepri, Kasdan MSi melalui Kasubag Kepegawaian, Dian Juni Ekasari SST, SKM, M.Keb mengatakan tes urine tersebut merupakan yang kedua kalinya ditahun 2017 ini. Pertama dilakukan kepada pegawai unit instalasi Bedah Central.

Serta mendapat sambutan baik oleh Pemimpin BLUD RSUD Provinsi Kepri, Dr. Muschtar Lutfi Munawar, Sp.P apa yang dilakukan oleh BNNK tersebut demi tercapianya tujuan pembangunan pemerintah terutama pembentukan akhlak dan mental pegawai.

“Kita dukung kerjasama ini apa yang dilakuan oleh pihak BNNK, sehingga pegawai di RSUP ini bisa terbebas dari penyalahgunaan narkoba. Serta arahan dari bapak Muschtar yang menunjuk empat unit pelayanan di RSUD Provinsi Kepri ini untuk dilakukan tes urine,” ungkap Dian kepada Haluan Kepri disela-sela tes urine tersebut.

Empat unit pelayanan tersebut, lanjut Dian yakni pegawai IGD, ICU, IPSRS (Teknisi) dan Security. Dan dilakukan secara dadakan agar pegawai unit pelayanan yang ditunjuk dapat mengikuti tes tersebut.

Untuk tes urine ini, kata Dian, bukan semata-mata untuk mengetahui seseorang terdeteksi terkena narkoba atau mencurigai seseorang. Tapi karena empat unit yang ditunjuk tersebut, merupakan pelayanan terdepan di rumah sakit.

“Kalau pegawai IGD kita tahu, mereka pegawai yang yang menangani pasien pertama kali. Dan pegawai ICU, mereka pegawai yang menangani pasien yang memerlukan perawatan intensif. Serta Security dan IPSRS (teknisi) yang harus juga disiplin. Jadi kami ingin pegawai di empat unit ini, terbebas dari narkoba bahkan seluruh pegawai di rumah sakit ini juga harus bersih, tidak terlibat narkoba,” ujarnya.

Dikatakan Dian, seandainya ada yang positif dari hasil tes tersebut tentu ada mekanismenya. Sanksi kepegawaian, dan untuk yang PNS sudah jelas tertera di undang-undang. Namun, pihaknya menyerahkan kepada pihak BNNK Tanjungpinang.

“Bila ada yang positif, kami lebih kepada pembinaan untuk dilakukan penyembuhan. Tapi untuk yang berulangkali tentunya ada sanksi tegas. Jadi intinya, kami mau pegawai kita disiplin dan RSUP ini memiliki SDM yang baik dan berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BBNK Tanjungpinang, Hery Purwanto juga menyampaikan salah satu tuntutan pegawai di rumah sakit ini adalah memberikan pelayanan kepada orang yang sakit (pasien) tentu pengaruh narkoba akan berdampak buruk pada saat memberikan pelayanan.

“Sosialisasi dan tes urine ini terus kita galakkan ke semua propesi dan termasuk rumah sakit. Kami sudah melakukan kerjasama dalam hal pencegahan narkoba ini, bahkan juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepri,” ujarnya.

Lebih lanjut Hery menjelaskan, dengan pemeriksaan ini, diharapkan yang paling utama adalah kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat. Agar masyarakat terjamin aman dan dilayani oleh orang-orang yang benar yang terhindar dari penyalah guna narkoba.

“Jangan ada alasan untuk menghindar saat dilakukan tes urin. Semua harus komitmen dengan program yang pemerintah canangngkan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta Menciptakan Lingkungan Bebas Narkoba (DIPA),” tutupnya.

Article Tags:
· · · ·
Article Categories:
Berita · Daerah · Kesehatan · Tanjungpinang
banner

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *